Manfaat dan Efek Samping Imunisasi Difteri (DPT)
Penjelasan Mengenai Imunisasi DPT
![]() |
| orang di imunisasi |
DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Seperti yang kita ketahui penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Oleh karnanya pemberian vaksin atau imunisasi kepada balita dan orang dewasa merupakan salah satu langkah untuk mencegah penularan penyakit tersebut.
Namun, sebelum melakukan imunisasi difteri atau DPT anda harus mengetahui terlebih dahulu tata cara, manfaat dan efek samping dari imunisasi tersebut.
Berikut ini merupakan Manfaat, Efek Samping serta Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Imunisasi DPT.
Manfaat Imunisasi DPT
Manfaat pemberian imunisasi DPT pada balita dan orang dewasa adalah untuk membentuk sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
Sehingga diharapkan dengan adanya pemberian imunisasi ini dapat mencegah terjangkitnya penyakit
difteri, pertusis, dan tetanus dimasa yang akan datang.
Efek Samping Imunisasi DPT
Efek samping dari imunisasi DPT yang dapat muncul, antara lain:
- Kulit pada bagian suntikan menjadi merah dan sakit
- Anak menjadi rewel
- Demam ringan
- Anak terlihat lelah
- Bengkak pada bagian suntikan
Perlu anda ketahui pemberian vaksinasi DPT dapat menimbulkan kejang, koma, dan kerusakan otak, walau sangat jarang terjadi.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan segeralah membawa balita anda ke dokter apabila demamnya tak kunjung turun dalam waktu 3 hari.
Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Imunisasi DPT
Cara memberikan imunisasi DPT
Cara memberikan vaksin DPT ini adalah secara intramuskular. Intramuskular maksudnya adalah disuntik langsung ke otot tubuh anak.
Lokasi penyuntikan dilakukan di bagian aspek anterolateral (bagian depan dan bagian samping) paha dan juga di otot deltoid lengan atas (sekitar pundak dan lengan atas).
Penyuntikan tidak boleh dilakukan di bagian otot gluteal (sekitar pantat dan paha bagian belakang) dan juga tidak boleh dilakukan di bagian tubuh yang ada batang saraf utamanya.
Selama empat pemberian pertama vaksin DPT, penyuntikan di titik yang sama tidak boleh dilakukan. Saat menyuntik juga harus hati-hati agar vaksin DPT tidak masuk ke pembuluh darah.
Dosis yang digunakan
Dosis yang digunakan untuk menyuntikkan vaksin DPT ini pada tubuh anak di bawah umur 7 tahun adalah 0.5 mL.
Penyuntikan secara fraksional (dosis yang dikurangi kemudian diberikan berkali-kali) tidak direkomendasikan, karena penyuntikan secara fraksional tidak memberi manfaat apa pun.
Jumlah pemberian vaksin yang dilakukan
Imunisasi DPT ini dibagi menjadi dua, yaitu imunisasi utama dan juga imunisasi tambahan (booster). Imunisasi utama diberikan sebanyak empat kali, sedangkan imunisasi tambahan adalah imunisasi rutin yang dilakukan beberapa waktu sekali.
Selain 3 tata cara diatas, anda juga harus mengetahui beberapa persyaratan pemberian vaksin DPT, berikut persyaratannya:
Segera periksakan ke dokter bila setelah imunisasi, anak Anda mengalami:
- Anak tidak berhenti menangis setidaknya selama 3 jam.
- Anak mengalami kejang atau pingsan.
- Demam di atas 40 derajat Celcius.
Dan jangan berikan imunisasi lanjutan jika anak Anda mengalami:
- Reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa, setelah anak mendapatkan imunisasi.
- Gangguan pada sistem saraf atau otak, dalam waktu 7 hari setelah mendapatkan suntikan imunisasi.

Informasi sangat bermanfaat
ReplyDelete